Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Sahabat As Shidiq Aqiqah.

Mengutip dari hellosehatdotcom, Menurut Pedoman Gizi Seimbang yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, sarapan adalah kegiatan makan dan minum yang dilakukan antara bangun pagi sampai jam sembilan untuk memenuhi sebagian kebutuhan gizi harian (15-30% kebutuhan gizi). Sarapan dapat diibaratkan sebagai bahan bakar pertama Anda sebelum memulai segala aktivitas Anda dalam satu hari.

Meskipun begitu masih banyak orang Indonesia yang melewatkan sarapan, atau jika sarapan jenis makanan yang dikonsumsi tidak sesuai anjuran. Kira-kira apa sajakah jenis makanan yang sebaiknya Anda hindari saat sarapan? berikut pemaparannya :

1. Segala jus buah tanpa makanan lain

Mengonsumsi segelas jus buah saja tidak dapat dikatakan sarapan. Terlebih lagi jika yang Anda konsumsi adalah jus buah komersil dalam kemasan yang sudah ditambahkan gula, pewarna, pengawet, dan bahan tambahan pangan lainnya.

Jika Anda ingin mengonsumsi jus buah boleh saja, tetapi cobalah membuat jus buah Anda sendiri sehingga Anda bisa mengukur kadar gula yang Anda gunakan. Jangan lupa untuk tetap mengkombinasikan jus buah Anda dengan makanan sumber protein

2. Donat, croissant, cake, bagel, muffin

Donat serta produk pastry lain sebaiknya tidak Anda jadikan menu utama sarapan Anda karena sebagian besar kandungannya hanyalah gula dan lemak. Donat misalnya, proses pembuatannya menggunakan gula, krim, serta digoreng dengan metode deep fried. Ini menjadikan donat tinggi akan kalori tetapi minim akan kualitas zat gizi karena hanya mengandung karbohidrat dan lemak serta dalam jenis yang tidak sehat. Gula merupakan sumber karbohidrat sederhana, sehingga akan meningkatkan gula darah Anda dengan cepat tetapi juga menurunkan kadar gula dengan cepat pula sehingga Anda akan merasa lapar sebelum waktunya makan siang.

3. Sosis dan Nugget

Daging hasil pemrosesan adalah tipe daging yang berbahaya bagi kesehatan. Suatu penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Harvard mengungkapkan bahwa setiap 50 gram daging olahan yang Anda makan akan meningkatkan risiko Anda menderita penyakit jantung sebanyak 42%.

4. Sereal

Jika Anda memilih sereal untuk anak-anak, perhatikan kembali bahan-bahan yang digunakan. Sereal berwarna-warni yang dihasilkan dari pewarna buatan dapat memberikan dampak kesehatan bagi anak, beberapa penelitian mengaitkan pewarna pada makanan dengan ADHD dan hiperaktif pada anak.

Jika Anda ingin mencampurkan sereal dengan susu, sebaiknya gunakan susu biasa, jangan susu kental manis. Karena, susu kental manis sudah diberi tambahan gula yang cukup banyak.

5. Nasi Uduk, Bihun Dan Gorengan

Nasi uduk biasa disajikan dengan bihun goreng, sambal goreng kentang, ditambah dengan gorengan. Jika Anda perhatikan, nasi uduk sudah merupakan sumber karbohidrat, jika ditambah dengan bihun atau kentang maka asupan karbohidrat Anda bertambah berkali-kali lipat. Selain itu gorengan yang Anda konsumsi juga biasanya tinggi lemak karena mengandung banyak minyak.

Jika Anda terbiasa mengonsumsi nasi uduk untuk sarapan, cobalah kombinasikan dengan lauk-pauk yang mengandung protein dan sayur buah, kurangi asupan karbohidrat sederhana yang terlalu banyak.

Referensi :

https://hellosehatdotcom/hidup-sehat/nutrisi/5-jenis-makanan-yang-sebaiknya-anda-hindari-saat-sarapan/

https://hellosehatdotcom/tanda-peringatan-dini-adhd-pada-anak-anak-2/