Sahabat As Shidiq Aqiqah,

Memiliki anak yang aga sedikit pemarah memang perlu kesabaran lebih. Terutama dalam menasehati. Adakalahnya sebagian orangtua justru tidak mau kalah. Ketika si anak marah kadang orangtuanya juga ikut ikutan marah. Nah agar tidak sama-sama keras… coba yuk lebih melembutkan perkataan pada si anak dengan diksi-diksi kalimat yang lebih halus dan membangun. Berikut adalah kalimat-kalimatnya :

Daripada berkata, “Jangan lempar-lempar barang!”

coba katakan, “Kayaknya Abang (atau panggilan untuk anak lainnya) ngak suka main ini ya, makanya di lempar-lempar terus.”

Teknik pembicara/pendengar ini dirancang untuk membantu mengkomunikasikan perasaan dengan cara yang non-konfrontatif.

Daripada berkata, “Abang sudah besar! Ngak boleh begitu,”

coba katakan, “Anak besar dan orang dewasa kadang bisa marah/sedih. Ngak apa-apa, nanti perasaan itu akan hilang.”

Semakin besar anak, semakin besar masalah yang mereka hadapi. Mengatakan pada mereka bahwa anak yang sudah besar tidak boleh marah, sedih atau frustasi adalah hal yang salah. Hal ini juga dapat mendorong anak-anak untuk menekan perasaan mereka dengan cara yang tidak sehat.

 Daripada berkata, “Jangan pukul ya!”

coba katakan, “Ibu tahu Abang marah, tapi ibu gak bisa biarin Abang mukul. Menyakiti orang lain itu salah.”

Ini adalah pesan tegas yang menunjukkan bahwa tidak apa-apa merasakan emosi marah, tapi tidak untuk tindakannya.

Tips parenting ini mengajarkan kita untuk memisahkan emosi dengan tindakan, agar anak belajar untuk mengontrol emosinya.

 Daripada berkata, “Abang susah banget dibilangin!”

coba katakan, “Masalah ini susah ya, Bang? Ayo kita cari solusinya bareng-bareng.”

Tips parenting yang satu ini terdengar mudah, tetapi kita sering melupakannya.

Ketika anak-anak tidak mau mendengarkan orangtua, penting untuk memahami alasannya. Kalimat ini memperkuat gagasan bahwa Anda berada di tim yang sama dengan anak, dan akan membantunya menyelesaikan persoalan.

Daripada berkata, “Berapa kali sih harus dibilangin!”

coba katakan, “Abang ngak dengar apa yang ibu bilang. Coba bisikin apa yang ibu bilang tadi.”

Meminta anak untuk mengulangi apa yang Anda katakan dapat mempertegas perkataan Anda. Untuk membuatnya menyenangkan, minta anak mengulang dengan variasi volume yang berbeda.

“Masuk kamar sekarang!”

Lebih baik katakan, “Ibu temenin Abang di sini sampai Abang tenang ya.”

Teknik isolasi kadang tidak baik, karena bisa memberikan pesan bahwa ada sesuatu yang salah dengan diri anak. Sebaiknya, berikan ruang sampai anak siap untuk kembali terlibat, dan pastikan Anda akan selalu ada untuknya.

Demikian tulisan kami pada hari ini semoga bermanfaat ya ayah bunda..

Belum Aqiqah? Ayuk Dapetin Promo Diskon Menarik Di Web Kami  www.asshidiqaqiqah.com.

As Shidiq Aqiqah Satu-Satunya Perusahaan Aqiqah Berstandar Internasional (ISO 9001 :2015 SAI GLOBAL AUSTRALIA), Bersertifikat Halal MUI, Dan Laik Hygiene.

Referensi :

https://id.theasianparentdotcom/tips-parenting-kalimat-menenangkan-anak