Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Sahabat As Shidiq Aqiqah.

Sebagian orang mengatakan bahwa hujan adalah sebuah fenomena alam biasa yang sering terjadi di sekeliling kita. Namun, islam memiliki perspektif lain mengenai hujan. Ada amalan-amalan tertentu yang dianjurkan agar kita lakukan dan  keistimewaan-keistimewaaan tertentu yang bisa kita peroleh tatkala hujan turun. Apa saja itu? berikut pemaparannya :

Bersyukur Dengan Cara Berdoa

Dalam sebuah hadits, “jika turun hujan, beliau mengucapkan, “Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah jadikanlah hujan ini sebagi hujan yang bermanfaat].”  (Dalam Adabul Mufrod no 686)

Perbanyak Doa

Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda, “Dua do’a yang tidak akan ditolak: [1] do’a ketika adzan dan [2] do’a ketika ketika turunnya hujan.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi.)

Baca Doa Ini Jika Hujan Yang Turun Justru Mengerikan

Rasulullah suatu saat pernah meminta diturunkan hujan. Kemudian ketika hujan turun begitu lebatnya, beliau memohon pada Allah agar cuaca kembali menjadi cerah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a,

“Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari [Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan].” (HR. Bukhari no. 1014.)

Berdoa Jika Mendengar Petir

Dari ‘Ikrimah mengatakan bahwasanya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma tatkala mendengar suara petir, beliau mengucapkan,

”Subhanalladzi sabbahat lahu” (Maha suci Allah yang petir bertasbih kepada-Nya). Lalu beliau mengatakan, ”Sesungguhnya petir adalah malaikat yang meneriaki (membentak) untuk mengatur hujan sebagaimana pengembala ternak membentak hewannya.” (Disebutkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 722. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Dalam hadits dijelaskan bahwa petir itu adalah malaikat Allah yang membentak untuk mengatur hujan

Tidak Mencela Hujan

Sebagian orang  ada yang menganggap turunnya hujan menyebabkan  aktivitasnya terganggu, sehingga baik secara tidak sadar atau disadari munculah  kata-kata celaan seperti, “Aduh!! hujan lagi, hujan lagi”, “Sialan malah hujan!”

Perbuatan tersebut Allah tidak sukai, Dalam sebuah Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya ada seorang hamba berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dia pikirkan lalu Allah mengangkat derajatnya disebabkan perkataannya itu. Dan ada juga seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang membuat Allah murka dan tidak pernah dipikirkan bahayanya lalu dia dilemparkan ke dalam jahannam.”  (HR Bukhari)

Dalam hadits Qudsi,

“Manusia menyakiti Aku; dia mencaci maki masa (waktu), padahal Aku adalah pemilik dan pengatur masa, Aku-lah yang mengatur malam dan siang menjadi silih berganti.” (HR Bukhari)

Dari dalil di atas terlihat bahwa mencaci maki masa (waktu) dan angin adalah sesuatu yang terlarang. Begitu pula halnya dengan mencaci maki makhluk yang tidak dapat berbuat apa-apa, seperti mencaci maki angin dan hujan adalah terlarang.

Dari pemaparan diatas sejatinya hujan dapat menjadi anugrah atau musibah bagi kita. Anugrah jika hujan turun sesuai kadarnya tapi ia akan dapat menjadi musibah jika turun melampaui batas. Bahkan banyak kaum – kaum terdahulu yang Allah binasakan dengan Hujan dan Petir. Allah Ta’ala berfirman :

“….Kemudian mereka dilanda banjir besar, sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim.” ( Al Ankabut ayat 14)

Dalam ayat lain

“Jika mereka berpaling maka katakanlah: “Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum ‘Aad dan Tsamud.” (QS: Fushilat [41]: 13)

Demikian tulisan pada hari ini semoga bermanfaat !

Referensi :

https://rumayshodotcom/671-beberapa-amalan-ketika-turun-hujan.html

https://rumayshodotcom/1695-turun-hujan-berdoa.html

https://rumayshodotcom/3770-doa-ketika-mendengar-petir.html