Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh , Sahabat As Shidiq Aqiqah.

Pada jumat 15 Maret 2019, Kita dirundung duka sebab telah terjadi tindakan terorisme yang menimpa saudara satu aqidah kita di Selandia Baru. Sebanyak 49 orang tewas dan sekitar 20 orang terluka akibat penembakan yang dilakukan seorang pria 28 tahun bernama BT.

Berbicara masalah pembunuhan, Sudah tahukah sahabat apa yang Allah dan RasulNya ancam bagi mereka yang membunuh tanpa alasan yang dibenarkan? berikut pemaparannya :

Dari Amru Bin Diinar, Rasulullah pernah bersabda, ” Akan datang orang yang dibunuh bersama orang yang membunuhnya pada hari kiamat dengan memegang jambul dan kepalanya dengan tangannya, dan urat lehernya mengucurkan darah. Ia berkata :’ Wahai Rabb, orang ini telah membunuhku’. Hingga Allah Ta’ala menghinakannya dari Arsy. Amru berkata : Kemudian orang-orang menyebutkan taubat kepada Ibnu Abbas, kemudian ia (ibnu abbas) membaca ayat ini :”Dan barangsiapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah Jahanam (QS An Nissa :93). Ia berkata :’Ayat tersebut tidak dihapus dan tidak pula diganti dan bahwasannya taubatnya tidaklah diterima.”(HR At Tirmidzi)

Dalam hadits lain,

“Sesuatu yang pertama kali diputuskan kelak pada kiamat diantara manusia adalah masalah darah”( HR Bukhari)

Dalam sebuah hadits lain, Bahkan  keberadaan seorang mukmin  lebih berharga  nilainya dimata Allah dibandingkan hilangnya dunia. Dalilnya adalah sebagai berikut :

“Sungguh membunuh seorang Mukmin adalah lebih besar di sisi Allah daripada hilangnya dunia.” (HR An Nasa’i)

Dari pemaparan hadits diatas kita bisa melihat, betapa kedudukan seorang mukmin begitu mulia disisi Allah dibandingkan dunia dan seisinya. Hingga apabila ia dibunuh tanpa sebab yang jelas Allah telah memberikan ancaman yang berat bagi pelakunya. Yakni Neraka Jahanam bagi pelakunya. Oleh karenanya permasalahan darah adalah hal yang tidak dapat diremehkan.

Namun apakah jika bertaubat, diterima taubatnya?

Iya, diterima. Inilah yang disebutkan dalam ayat berikutnya yang dibawakan oleh Imam Adz Dzahabi dalam kitab beliau Al Kabair,

Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Furqon: 68-70).

Dalil di atas menunjukkan bahwa siapa saja yang bertaubat dari membunuh satu jiwa yang Allah haramkan untuk dibunuh, lalu ia beriman dan melakukan amalan sholeh, maka taubatnya diterima.

Referensi :

Adz Dzahabi, Al Imam Al Hafizh. 2017. 76 Dosa Besar Yang Dianggap Biasa. Jakarta : Darul Haq.

Ar Rafif, Asan Sani. 2014. 1001 Siksa Alam Kubur. Jakarta : Kunci Iman.

https://rumayshodotcom/6579-bahaya-membunuh-satu-jiwa-1.html