Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat As Shidiq Aqiqah

Memasuki musim hujan, nikmat yang tak dapat didustakan adalah mengisinya dengan  makanan atau minuman yang masih panas, karena dapat membuat badan menjadi lebih hangat. Tetapi ada suatu tabiat(kebiasaan) buruk yang sering dilakukan oleh kebanyakan orang untuk mempercepat proses  pendinginan makanan atau minuman panas tersebut, yakni dengan  cara meniupnya.  Mengapa dikatakan sebagai tabiat yang buruk?

Tahukah sahabat bahwa kebiasaan tersebut dibenci oleh Rasulullah  dan ternyata memiliki dampak berbahaya dalam pandangan medis? berikut pemaparannya :

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari bernafas di dalam wadah air (bejana) atau meniupnya.” (HR. Tirmidzi no. 1888, Abu Daud no. 3728, dan Ibnu Majah no. 3429. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Artinya saat minum dilarang mengambil nafas dalam wadah. Yang dibolehkan adalah bernafas di luar wadah. Sedangkan meniup-niup saat minum sebagaimana kata Ibnu Hajar itu lebih parah dari sekedar bernafas di dalam wadah. Ibnu Hajar dalam Fathul Bari berkata,

“Meniup-niup minuman dalam kondisi ini lebih parah dari sekedar bernafas di dalam wadah.”

Tinjauan Medis

Dalam ilmu kesehatan modern atau penelitian sains, bahwa bertemunya H2O (air dalam gelas) dengan karbondioksia atau CO2 (udara yang kita tiupkan melalui mulut) akan menghasilkan asam karbonat atau H2CO3. Nah jika senyawa kimia ini masuk ke dalam perut kita bisa menyebabkan penyakit jantung. Selain itu, ada bakteri H. Pylori yang menyebar melalui pernapasan. Bakteri tersebut dikatakan dapat menyebabkan gangguan lambung.

Lalu Apa Solusinya?

Sebenarnya bisa melakukan solusi untuk mendinginkan minuman/makanan, yaitu dengan memindahkan wadah yang panas ke wadah lainnya, lalu membalikkannya kembali. Ini di antara cara yang tidak dilarang dalam mendinginkan minuman.

Larangan yang disampaikan pada 14 abad yang lalu ini, kini mampu dibuktikan melalui penelitian sains modern saat ini. Ketika Rasulullah memberikan larangan terhadap suatu hal pastilah meninggalkan hikmah. Waktu tidak memberi jawaban tetapi untuk tahu jawaban perlu waktu. Masya Allah…

Demikian tulisan pada hari ini semoga bermanfaat !

Referensi :

https://konsultasisyariahdotcom/18256-adab-makan-dilarang-meniup-makanan-dan-minuman.html

http://sumsel.tribunnewsdotcom/2015/03/21/ini-alasan-mengapa-islam-melarang-meniup-makanan-dan-minuman-panas

https://muslimobsessiondotcom/mengapa-rasulullah-larang-meniup-makanan-dan-minuman-yang-masih-panas/