Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Sahabat As Shidiq Aqiqah.

Pernah mendengar istilah aqiqah kolektif? Ya, singkatnya aqiqah kolektif ialah dimana ada 7 orang secara kolektif berpartisipasi dalam membeli seekor unta/sapi untuk mengaqiqahi tujuh orang anak. Atau 7 orang patungan, sebagiannya menginginkan daging dan sisanya ingin aqiqah dengan unta atau sapi. Bolehkah dilakukan dengan demikian?

Pendapat pertama, diperbolehkan. Ini adalah pendapat Mazhab Syafi’i. An Nawawi mengatakan, ”Apabila menyembelih seekor sapir atau unta untuk aqiqah 7 orang anak, maka itu diperbolehkan baik semua bertujuan untuk aqiqah atau sebagian dengan niat untuk berqurban.” (Al Majmu 98/249)

Yang membolehkan dalilnya sebagai berikut :

“Kami menyembelih bersama Rasulullah di Hudaibiyah seekor unta untuk 7 orang dan seekor sapi untuk 7 orang.” (HR At Tirmidzi, sanad Shahih Hasan)

Pendapat kedua, Tidak boleh patungan. satu unta/sapi hanya berlaku untuk satu orang bayi. Ini adalah pendapat ulama bermazhab hanbali. Alasan para ulama penganut mazhab hanbali berargumentasi tidak boleh karena hal itu tidak ada dalil yang mendasarinya. (Kasysyaful Qana 3/25)

Syeikh Ibnu Utsaimin mengatakan pertama untuk aqiqah tidak boleh kolektif  karena tidak ada dalil yang yang membolehkan. Kedua, karena aqiqah adalah hewan tebusan yang sifatnya tidak mungkin terbagi-bagi. (Asy Syarhul Mumti 7/547)

Ibnu Qayyim Aj Jauzi mengatakan, ” aqiqah adalah tebusan untuk si bayi maka yang disyariatkan adalah menumpahkan darah secara penuh agar benar-benar menjadi tebusan nyawa untuk yang diaqiqahkan.”

Beliau menambahkan, “satu kepala hanya boleh mewakili satu kepala. Hal ini secara keselruhan merupakan perbedaan antara aqiqah dengan qurban.” (Tuhfatul Maudud hal 64)

Dari pemaparan diatas ulama berbeda pendapat tentang  kebolehan untuk aqiqah secara kolektif. Namun, jumhur ulama hampir sepakat satu hewan untuk satu nyawa.

Wallahu A’lam Bishawab

Referensi :

Musa Afanah, Dr Husamuddin. 2010. Ensiklopedi Aqiqah. Yogyakarta : Pro U Media.