Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat As shidiq Aqiqah.

Rafi bin Amr Al Ghifari mengatakan: ‘ Dahulu aku dan anak muda sebayaku sering melempari pohon kurma milik orang anshar. Selajutnya, hal itu dilaporkan kepada Nabi ; “Ada anak yang suka melempari pohon kami !” Akhirnya, aku dibawa menghadap kepada Nabi dan beliau bertanya : ‘Hai anak muda , mengapa engkau melempari pohon kurma?’ Aku menjawab : ‘ Untuk saya makan buahnya ‘ Nabi kemudian bersabda , “Kamu jangan lagi melempari pohon kurma tetapi makanlah buahnya yang jatuh. ‘ Selanjutnya, beliau mengusap kepalaku seraya berdoa :

“Ya Allah kenyangkanlah perutnya.” (HR Abu Dawud Kitabul Jihad 2253)

Dari hadits diatas dapat dilihat, Nabi apabila meluruskan keinginan seseorang dengan memberikan contoh operasional dan menunjukkan hal yang seharusnya dilakukan dengan mengacu pada kaidah umum syariat. Dengan demikian , berarti beliau mencabut kekeliruan dari akarnya. Cara seperti ini yang seharusnya ditempuh dan diikuti oleh kita semua selaku murabbi.

Demikian tulisan kami pada hari ini. Semoga bermanfaat !

Referensi :

Abdur Rahman, Jamaal. 2005. Tahapan Mendidik Anak Teladan Rasulullah. Bandung : Irsyad Baitus Salam.