Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal seseorang tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga.” “Engkau juga tidak wahai Rasulullah?”, tanya beberapa sahabat. Beliau menjawab, “Aku pun tidak. Itu semua hanyalah karena karunia dan rahmat Allah.” (HR. Bukhari no. 5673 dan Muslim no. 2816)

Tidak semua perbuatan baik akan dibalas Allah dengan ganjaran surga. Sebab tidak semua  perbuatan baik yang dilakukan manusia dipersembahkan untuk Allah.

Seorang tokoh terkenal tingkat dunia yang begitu dermawan menolong sesama manusia tanpa pandang sara dengan alasan kemanusiaan, tanpa percaya dengan adanya Allah dan Rasul Nya. Maka yang ia dapatkan hanyalah sebatas pujian oleh makhluk di dunia.

Allah dan RasulNya telah mengingatkan pada kita bahwa sesungguhnya manusia hanya akan mendapatkan sesuatu sesuai dengan apa yang ia niatkan.

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Demikian adil, jelas dan rasionalnya penjelasan hadits diatas.

Berangkat darisini, kemanakah seluruh amal yang kita perbuat  dialamatkan?

sholat itu mulia, Sedekah itu mulia, berpuasa itu mulia, berjihad itu mulia. Tetapi kesemuanya akan menjadi sebuah kehinaan bila kita salah alamat dalam meniatkannya.

Maka dari itu mari kita perbaiki niat. Rubahlah kuantitas amal itu  menjadi kualitas. Insya Allah, dengan begitu pahala surga akan kita mampu raih.