Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat As Shidiq Aqiqah.

Terdapat adab-adab islami sebelum tidur yang seharusnya tidak ditinggalkan oleh seorang muslim adalah sebagai berikut.

Pertama, tidur dalam keadaan suci.

“Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (HR. Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

Kedua, Menghadap kiblat.

Berbaring dengan posisi miring ke kanan dan seluruh anggota badan menghadap kiblat seperti posisi mayat dalam liang lahat. Jangan tidur tengkurap karena itu adalah tidurnya syaiton. (Dalam Maraqi Al Ubudiyyah Syekh Nawawi Albantani)

Ketiga, Meniup kedua telapak tangan

sambil membaca surat Al Ikhlash (qul huwallahu ahad), surat Al Falaq (qul a’udzu bi robbil falaq), dan surat An Naas (qul a’udzu bi robbinnaas), masing-masing sekali. Setelah itu mengusap kedua tangan tersebut ke wajah dan bagian tubuh yang dapat dijangkau. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali.

Keempat, Berdzikir.

Dalam hadits riwayat at Tirmidzi dari Abu Sai’id Al Khudri, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa ketika hendak tidur mengucapkan Astaghfirullahal-ladzi la ilaha illa Huwal-Hayyul-Qayyum, wa atubu ilaih sebanyak 3x, Allah akan mengampuni dosa-dosanya.”

Kelima,Rapihkan tempat tidur.

Rasulullah bersabda,” Apabila seseorang diantara kalian ingin tidur, selayaknyalah ia merapikan alas tidurnya dengan bagian dalam sarungnya karena ia tidak tahu apa yang ditinggalkannya disitu.”(HR Muslim dan Bukhari)

Keenam, Bersiwak (menggosok gigi).

Dalam sebuah hadits disebutkan Rasulullah bersiwak bebera kali setiap malam ketika hendak tidur dan bangun tidur.

Ketujuh, membaca ayat kursi dan dua ayat terakhir al baqarah.

Dalam riwayat al baihaqi bahwa siapa saja yang membaca ayat kursi sebelum tidur. Allah akan melindunginya, tetangganya dan rumah-rumah disekitarnya. Sedangkan dalam sebuah hadits dijelaskan ,”Barangsiapa membaca dua ayat terakhir al baqarah dalam satu malam maka kedua ayat tersebut akan melindunginya.” Asy Syarbini menjelaskan maksud kata menjaga, yaitu menjaganya untuk agar bisa bangun malam atau melindunginya dari segala kesedihan.

Kedelapan, Niatkan diri agar tahajud.

Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Darda, Rasulullah bersabda,”Barang siapa mendatangi tempat tidurnya, sedangkan ia berniat untuk bangun malam dan mengerjakan shalat tahajud tetapi ia tertidur sampai pagi maka ditulis baginya seperti apa yang diniatkannya dan tidurnya menjadi sedekah dari Allah.”

Kesembilan , Sebisa mungkin membiasakan

tidur di awal malam (tidak sering begadang) jika tidak ada kepentingan yang bermanfaat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.(HR. Bukhari no. 568)

Kesepuluh, berdoalah dengan doa Membaca do’a sebelum tidur

Bismika allahumma amuutu wa ahyaa”.

Dari Hudzaifah, ia berkata, Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali).” (HR. Bukhari no. 6324)

Referensi :

Maraqi Al Ubudiyyah, Syekh Nawawi Al Bantani

https://muslim.ordotid/5253-adab-islami-sebelum-tidur.html