Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh sahabat As Shidiq Aqiqah.

Sebagian dari kita mungkin masih bingung dalam menentukan hari ketujuh untuk aqiqah. Sebagian juga ada yang salah kaprah bahwa hari ketujuh itu adalah MINGGU. Nah, pemahaman inilah yang harus diluruskan. Dengan meluruskan pemahaman Nabi maka kita tengah berjuang menghidupkan sunnah Nabi. Jadi…Dari kapan dihitung hari ketujuh untuk aqiqah?

Ada perbedaan pendapat ulama mengenai cara menghitung hari ketujuh pasca-kelahiran. Perbedaan ini berangkat dari, apakah hari kelahiran dihitung ataukah tidak dihitung?

Disebutkan dalam Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyah (30: 278), “Mayoritas ulama pakar fiqih berpandangan bahwa waktu siang pada hari kelahiran adalah awal hitungan tujuh hari. Sedangkan waktu malam tidaklah jadi hitungan jika bayi tersebut dilahirkan malam, namun yang jadi hitungan hari berikutnya.”

Misalnya ada bayi yang lahir pada hari Senin (21/06), pukul enam pagi, maka hitungan hari ketujuh sudah mulai dihitung pada hari Senin. Sehingga aqiqah bayi tersebut dilaksanakan pada hari Ahad (27/06).

Jika bayi tersebut lahir pada hari Senin (21/06), pukul enam sore, maka hitungan awalnya tidak dimulai dari hari Senin, namun dari hari Selasa keesokan harinya. Sehingga aqiqah bayi tersebut pada hari Senin (28/06).

Jadi itulah cara menentukan hari ke tujuh untuk aqiqah ya sahabat. Semoga bermanfaat !

Referensi :

https://rumayshodotcom/11474-perhitungan-hari-ketujuh-untuk-waktu-aqiqah.

htmlhttps://konsultasisyariahdotcom/31847-cara-menentukan-hari-ke-7-untuk-aqiqah.html