Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Sahabat As Shidiq Aqiqah.

Alkisah, Ketika ibunya meninggal, seorang tabiin terkenal Iyas Bin Mu’awiyah rahimahullah berkata:

Dari Humaid, ia menyatakan, ketika ibunya Iyas bin Mu’awiyah itu meninggal dunia, Iyas menangis. Ada yang bertanya padanya, “Kenapa engkau menangis?” Ia menjawab, “Dahulu aku memiliki dua pintu yang terbuka menuju surga. Namun sekarang salah satunya telah tertutup.” (Al-Birr li Ibnil Jauzi, hlm. 56. Dinukil dari Kitab min Akhbar As-Salaf Ash-Shalih, hlm. 398)

Ingatlah selama mereka masih hidup, berbakti dan berbuat baik pada mereka merupakan jalan termudah menuju surga.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda,

“Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.” Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda(Sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga.”(HR. Muslim)

Musibah terbesar adalah ketika kedua palang pintu surga kita wafat dan kita masih belum mampu berbakti kepada mereka. Terlebih lagi ibu kita. Sebab, Rasulullah menekankan pada kita untuk lebih berbakti kepada Ibu dibanding Ayah. Mengapa demikian? Sebab ada tiga hal yang tidak bisa dirasakan oleh siapapun kecuali oleh seorang ibu. Yakni rasa letih saat mengandung serta rasa sakit saat melahirkan, dan menyusui. Tiga hal tersebut bukanlah hal yang mudah bukan? Oleh karenanya Allah memberi apresiasi lebih kepada sosok ibu.. dibuat  hamba-hambaNya untuk lebih menaruh perhatian lebih kepada ibunya. Sampai-sampai dalam sebuah hadits Rasulullah menyuruh kita berbakti kepada Ibu sebanyak 3x.

Jadi amatlah merugi kita jika gagal untuk berbakti…

Referensi :

https://www.ruangmuslimahdotco/28057-sebelum-pintu-surga-itu-tertutup

https://rumayshodotcom/480-ibu-ayah-aku-ingin-meraih-surga.html

http://jabar.tribunnewsdotcom/2015/12/22/mengapa-ibu-begitu-istimewa-hingga-rasululah-menyebut-ibu-ibu-ibu-lalu-ayah-ini-penjelasannya