Assalammualaikum sahabat As Shidiq Aqiqah.

Pernahkah sahabat terbukti bersalah namun sukar sekali meminta maaf , malas beribadah, sulit menerima nasehat, atau senang menunda-nunda diri untuk beramal saleh ? Jika kita pernah mengalami demikian atau menyaksikan orang yang berperilaku begitu, berhati hatilah sebab yang bersangkutan sesungguhnya telah mengidap penyakit hati yang keras.

Penyakit ini sulit untuk  disembuhkan karena yang mesti dihadapi penderitanya adalah dirinya sendiri. Namun, susah disembuhkan bukan berarti tidak bisa diobati.

Syaikh Muhammad Bin Hussain Ya’qub mengatakan bahwa cara terampuh untuk mengobati kerasnya hati adalah dengan Ziarah Kubur.

Mengapa Ziarah Kubur?

Ziarah kubur mempunyai dampak yang begitu besar pengaruhnya. Pengaruhnya begitu cepat dan lebih nyata. Alasannya rasional sebab nasehat yang nampak pada mata lebih berkesan bagi akal dibanding apa yang hanya didengar oleh telinga.

Rasulullah bersabda ”Ziarahilah kubur karena ia akan mengingatkanmu kepada kematian“ (HR. Muslim no.108, 2/671)

Pada shalat jum’at hanya satu orang yang memberi nasehat. Orang yg shalat jumlahnya banyak namun hanya satu yang memberi nasehat. Keadaan akan berubah total ketika mendatangi kuburan, semua penghuni kubur akan memberi nasehat pada diri kita. Yang mendengarkan jumlahnya sedikit, tetapi yang memberi nasehat jumlahnya banyak.

Inilah perkara yang unik, tak pernah terjadi dalam kehidupan dunia, kecuali hanya ditempat yang bernama kuburan. Kubur memang diam tak pernah bisa berbicara. Tetapi suaranya mampu menembus relung hati manusia yang paling dalam. Melebihi suara khatib di masjid. Karena itu, ziarahilah “si pemberi nasehat yang diam itu”.
Duduklah sendirian dihadapannya, bayangkan seluruh kejadian di dalamnya. Semoga kita bisa mengambil i’tibar (pelajaran).

Referensi :

Syaikh Muhammad Husain bin Ya’qub. “Malam Pertama di Alam Kubur”. Surakarta : Aqwam