Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, sahabat As Shidiq Aqiqah

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai tradisi tahun baru masehi yang umat islam wajib ketahui. Apa saja itu? Apa alasannya? berikut ini adalah penjelasannya :

Sejarah Lahirnya Bulan Januari

Anggota Senat Romawi pada 1 Januari 42 BC untuk mengenang hidup Julius Caesar dan menghormati penyusunannya terhadap sistem kalender baru. Maka Bulan pertama didedikasikan pada nama dewa Janus yang mempunyai 2 wajah, 1 menghadap ke depan (mengindikasikan masa depan) dan 1 menghadap ke belakang (mengindikasikan masa lalu). Ini mengindikasikan perayaan Tahun Baru didirikan atas dasar kepercayaan pagan (Paganism adalah penyembahan berhala kepada patung, batu )

Nama Dewa Janus tidaklah asing dalam kesusasteraan paganisme. Ia adalah sembahan kaum penyembah syaitan sejak zaman Yunani kuno.

Topi Sanbenito

Pada setiap pergantian tahun baru Masehi ada yang selalu kita lihat yaitu topi kerucut. Tapi tahukah sahabat sejarah dari semua itu? Di balik semua itu, ada sejarah yang tersimpan berhubungan dengan umat Muslim di masa lalu.

Dalam kajian Kristologi yang disampaikan Irena Handono, dahulu, pada masa Raja Ferdinand dan Ratu Isabela (keduanya penganut Kristiani) berkuasa di Andalusia ketika kaum Muslimin dibantai memberi jaminan hidup kepada orang Islam dengan satu syarat, yakni keluar dari Islam.

Saat itu umat Islam di Andalusia dibantai, kecuali yang memakai Sanbenito. Topi itu digunakan saat keluar rumah, termasuk ketika ke pasar. Dengan menggunakan sanbenito, mereka aman dan tidak dibunuh.

Terompet

Perlu diketahui bahwa terompet merupakan ciri khas ibadah orang Yahudi sebagaimana dalam hadits berikut.

Dari Abu ‘Umair bin Anas dari bibinya yang termasuk shahabiyah Anshor,
“Nabi memikirkan bagaimana cara mengumpulkan orang untuk shalat berjamaah. Ada beberapa orang yang memberikan usulan.

Yang pertama mengatakan, ‘Kibarkanlah bendera ketika waktu shalat tiba. Jika orang-orang melihat ada bendera yang berkibar maka mereka akan saling memberi tahukan tibanya waktu shalat. Namun Nabi tidak menyetujuinya.

Orang kedua mengusulkan agar memakai teropet. Nabi pun tidak setuju, beliau bersabda, ‘Membunyikan terompet adalah perilaku orang-orang Yahudi.’

Orang ketiga mengusulkan agar memakai lonceng. Nabi berkomentar, ‘Itu adalah perilaku Nasrani.’ Setelah kejadian tersebut, Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbihi pulang dalam kondisi memikirkan agar yang dipikirkan Nabi. Dalam tidurnya, beliau diajari cara beradzan.” (HR Abu Daud)

Hal ini pun terpampang dalam Alkitab Imamat 23; 24

“Katakanlah kepada orang-orang Isra’el, begini: Dalam bulan yang ketujuh, pada tanggal satu bulan itu, kamu harus mengadakan hari cuti penuh yang diperingati dengan meniup terompet, yakni hari pertemuan kudus” (Imamat 23:24)

Bakar- Bakaran

Dalam sebuah ceramahnya Ustadz Abdul Somad mengatakan bahwa tradisi bakar – membakar dalam perayaan tahun baru bukan sekedar bakar-bakaran biasa. Namun, ada suatu keyakinan tertentu yang dipercaya oleh umat non muslim bahwa siapa yang paling banyak mengepul asapnya pada malam itu, maka dia yang paling banyak rezekinya nanti.

Peringatan Nabi Muhammad Kepada Umatnya

Dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh kemusyrikan di tengah-tengah kalian itu lebih samar dari pada langkah semut.” Salah seorang sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bukankah kemusyrikan adalah mengangkat tandingan untuk Allah padahal Dia adalah sang pencipta?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya sungguh kemusyrikan di tengah-tengah kalian itu lebih samar dibandingkan dengan langkah semut.”

Apa maksud dari langkah semut diatas yang Rasulullah sabdakan? Jika kalau kita perhatikan bagaimana semut melangkah pasti sungkar untuk terlihat karena bentuknya kecil membuat kita harus jeli jika ingin melihatnya secara jelas.

Begitupun dengan tindakan kemusyirikan dizaman sekarang yang amat canggih dan indah, menuntut kita harus lebih jeli untuk meneropong. Mengapa kemusyirikan dizaman sekarang amat canggih dan indah? Sebab tindakan kemusyirikan zaman sekarang sifatnya terselubung dan tidak terang terangan seperti zaman jahiliyah. Selain itu, banyak tindakan kemusyirikan sekarang yang dibalut oleh kenikmatan.

Hal ini sesuai dengan Firman Allah Ta’ala yang berbunyi :

“Tetapi setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan mereka (yang buruk).” (An Nahl : 63)

Berangkat dari sini, Jadi sahabat bisa menebak sendiri tradisi tahun baru masehi sarat dengan nilai apa..

Allah Ta’ala berfirman :

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (Al Israa’ : 36)

Demikian tulisan hari ini semoga bermanfaat

Referensi :

https://www.nahimunkardotorg/kemusyrikan-merayakan-tahun-baru-itu-untuk-dewa-janus/

https://konsultasisyariahdotcom/9614-hukum-merayakan-tahun-baru.html

https://www.instagramdotcom/p/Br_qS4GhPfL/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=eg9qms1ox3es