Pengertian Aqiqah menurut bahasa berarti memotong. Menurut Imam Syaukani, Aqiqoh adalah sembelihan untuk bayi, sedang al ‘Aqqu pada dasarnya bernama asy suaqqu(memotong) dan al Qath’u (memotong). Sembelihan itu dinamakan Aqiqah karena tenggorokannya dipotong.  Menurut Zamakhsyari arti dasar aqiqah adalah rambut bayi. Namun menurutnya aqiqah juga berarti kambing yang disembelih.

Secara syara’ aqiqah berarti memotong kambing dalam rangka mensyukuri kelahiran sang bayi yang dilakukan pada hari ketujuh dari kelahirannya. Hal ini sebagai pengamalan terhadap sunnah nabi dan bukti bahwa kita mengikuti tradisi yang baik umat Islam terdahulu. Sebelum Islam datang, orang arab biasa mengaqiqahkan anak mereka. Setelah Rasulullah diutus, beliau tetap membiarkan kebiasaan itu bahkan melakukannya serta menganjurkan kaum muslimin melakukannya serta mengubah tradisi orang jahiliyah.(tradisi mereka mengaqiqah hanya untuk laki-laki dan melumuri darah kambing pada bayinya). Nabi mengubah Aqiqah menjadi salah satu acara sosial serta melarang perbuatan bid’ah dalam aqiqah.

Ayah & Bunda sahabat as shidiq aqiqah, ada beberapa manfaat aqiqah yang ayah & bunda harus ketahui. Kenapa? Agar Ayah & Bunda tahu faedah daripada aqiqah sendiri sehingga ada sesuatu yang dirasakan ketika mengamalkan. Nah, berangkat darisini,  jadi apa saja sih manfaat aqiqah itu ? berikut pemaparannya :

5 Manfaat Aqiqah Yang Mungkin Tidak Disadari

1. Mengumumkan Garis Keturunan

Salah satu manfaat  aqiqah adalah untuk mengumumkan tentang garis keturunan si bayi. Sebab, hal ini memang harus diberitahukan kepada khalayak agar tidak menjadi fitnah dikemudian hari.  Selain itu, metode ini lebih efektif ketimbang membawa anak berkeliling kampung hanya untuk sekedar memberitahu garis keturunan anak.

2. Memupuk Sifat Dermawan

Aqiqah juga melatih pelakunya agar bersifat dermawan sekaligus menekan sifat kikir. Mengingat aqiqah itu  memerlukan pengorbanan yang tidak sedikit, mulai dari berkorban masalah waktu, tenaga, dan materi. Dalam aqiqah ini juga ada nilai sosial yang tinggi sebab ada kegiatan membagikan hasil masakan tersebut kepada tetangga, saudara atau orang fakir miskin. Jadi ajang untuk membangun ikatan sosial potensial sekali.

3. Wujud Rasa Syukur Kepada Allah

Manfaat aqiqah berikutnya adalah sebagai wujud syukur kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas anugrah  diberikan nikmat anak. Karena tidak semua hamba Allah itu diberi nikmat memiliki anak. Diluar sana ada hamba Allah  yang Allah uji dengan kemandulan sehingga sulit memiliki anak. Berangkat darisini, ketika hadir rasa gembira atas kelahiran anak maka jangan lupa untuk bersyukur kepada Allah. Adapun salah satu bentuk rasa syukur itu dengan melaksanakan sunnah rasul yakni aqiqah.

4. Menghidupkan Sunnah Nabi

Patut diketahui bahwa dengan menjalankan aqiqah kita berarti telah menghidupkan salah satu ajaran Rasulullah. Ibnu Haj mengatakan, “Banyak sekali manfaat yang didapatkan dari aqiqah antara lain : mengerjakan sunnah dan memadamkan bid’ah. ” Aqiqah juga menarik banyak pahala terutama di zaman sekarang yang banyaknnya pahala ini juga disebabkan oleh minimnya orang yang mau melakukannya. (Al Madkhal 3/228-229)

5. Menolak Bala

Aqiqah menolak bala? Ya, ada beberapa ulama yang mengatakan demikian. Ibnu Haj mengatakan, “Banyak sekali manfaat aqiqah selain menghidupkan sunnah dan memadamkan bid’ah, tidak ada keberkahan yang terdapat pada aqiqah selain menjaga jabang bayi dari sumber penyakit seperti yang tercantum dalam hadis, maka sunnah apa pun yang dilakukan akan menjadi penyebab seluruh bentuk kebaikan dan keberkahan. ”

Ada satu hikayat ; seseorang didatangi oleh beberapa orang temannya sebagai tamu. Di dalam rumahnya, mereka melihat emas dan berserakan, sementara anak-anaknya keluar-masuk. Mereka bertanya kepadanya, ” Tuan, bukankah ini sama artinya dengan menyia-nyiakan harta?” Dia menjawab, ” Tapi harta ini aman terlindungi.” Mereka bertanya lagi,”Di mana pengamanannya?” Dia menjawab, “Harta ini sudah dizakati. Itulah pengamannya.”

Maka, demikian halnya dengan masalah yang sedang kita bicarakan ini. Orang yang sudah diaqiqahi, berarti dia sudah aman dari bencana. Bencana terkecil yang menimpa bayi memerlukan upaya orangtuanya untuk mengeluarkan biaya setinggi biaya aqiqah atau bahkan lebih. Orang yang memiliki akal sehat, akan segera mengeluarkan segala daya-upaya untuk melaksanakannya. Sebab, aqiqah menghimpun antara keamanan harta dan tubuh sekaligus. Keamanan tubuh adalah keselamatan si bayi dari bencana seperti yang sudah dijelaskan di atas. Sedangkan tentang keamanan harta; biaya aqiqah bisa dibilang cukup ringan bila dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk mengatasi bencana tersebut atau biaya yang harus dikeluarkan atas bencana yang diperkiran akan terjadi kepada si bayi.

Dalam Buku DR Husamuddin Bin Musa Afanah “Ensiklopedi Aqiqah”

Baca Juga

Tanggung Jawab Aqiqah Oleh Siapa ? Ini 4 Pendapat Ulama
5 Cara Menyelamatkan Stock ASI Saat Mati Lampu