HAFAL QUR’AN USIA 6 TAHUN KARENA DZIKIR INI !Ayah bunda sahabat as shidiq aqiqah, ketahuilah bahwa anak seperti kertas putih, apa yang kita goreskan kepadanya itulah dia nantinya kelak. Banyak orangtua yang mengeluh kenapa anak saya begini dan begitu, nakal luar biasa, susah sholat dan lain lain. Bisa jadi keburukan – keburukan yang terjadi pada anak tersebut tidak luput dari kesalahan orangtua itu sendiri ketika mendidik mereka dalam keluarga. Nah agar kejadian yang seperti ini tidak menimpa kita, mari kita simak kisah dari Sahl Bin Abdullah At Tusturi, bagaimana kehidupan keluarga didalam Sahl Bin Abdullah ini membentuk beliau menjadi seorang penghapal Qur’an.

Sahl Bin Abdullah ,”Ketika usiaku 3 tahun, aku sering melihat shalat yang dilakukan oleh adik lelaki ibuku Suatu hari ia berkata kepadaku,’ Tidakkah engkau berzikir menyebut nama Allah yang telah menciptakannmu?’ Aku menjawab :’Bagaimanakah cara aku berzikir menyebut Nya ?’ Pamanku kemudian menjawab :’Ucapakanlah dalam hatimu setiap kamu berguling didalam kain selimutmu kalimat berikut sebanyak 3 kali tanpa menggerakkan mulutmu :Alloohu ma’iy, Alloohu naazhiry, Alloohu syaahidiy’. Aku pun melakukan hal itu dan kuberitahukan pamanku, maka pamanku berkata :’ Lakukanlah hal itu setiap malam sebanyak 11x. Selang beberapa lama ternyata aku merasakan kemanisannya didalam kalbuku. Setelah berlalu masa satu tahun pamanku berkata kepadaku, ‘ peliharalah apa yang telah kuajarkan kepadamu dan lestarikanlah ia sampai kamu masuk ke dalam kubur, karenan sesungguhnya ia akan bermanfaat bagimu, baik di dunia maupun di akhirat.’

kulakukan hal itu selama beberapa tahun, maka mulai kurasakan kemanisannya dalam kesendirianku, kemudian suatu hari pamanku berkata padaku :’Hai Sahl, barang siapa yang Allah selalu bersamanya, memandanginya, dan menyaksikannya, apakah dia akan berbuat durhaka? Hati hatilah kamu terhadap perbuatan durhaka’

Sejak saat itu aku suka menyendiri dan mereka mengirimku ke madrasah, maka kukatakan :’ Sesungguhnya aku takut bila konsentrasiku menjadi buyar, Akan tetapi, aku minta kepada mu’allim agar mengizinkanku datang kepadanya sesaat agar belajar darinya, sesudah itu aku pulang. ‘ Setelah diperbolehkan aku berangkat ke madrasah dan belajar Qur’an hingga dapat menghafalnya, sedangkan usiaku saat itu baru sekitar 6 atau 7 tahun, dan aku puasa setiap harinya sepanjang tahun, sedang makanan pokokku adalah roti gandum.

Pada intinya kalimat ini menanamkan ketakwaan pada diri beliau, ketakwaan tersebut yang pada akhirnya mengantarkan beliau pada banyak keberkahan.

ARTIKEL : HAFAL QUR’AN USIA 6 TAHUN KARENA DZIKIR INI ! . BACA JUGA :