( Hari Terbaik Untuk Aqiqah) – Sahabat as shidiq aqiqah terhadap beberapa hadis nabi yang menentukan bahwa waktu pelaksanaan aqiqah adalah hari ketujuh kelahiran bayi. Hadis – hadis tersebut antara lain. Hadis Samurah, bahwasannya Rasulullah bersabda, ” Setiap anak tergadaikan pada aqiqahnya, disembelihkan hewan untuknya pada hari ketujuh (kelahirannya), dicukur rambutnya dan diberinama.”

Dari hadis diatas dapat diambil kesimpulan bahw waktu disunnahkan untuk aqiqah adalah hari ketujuh kelahiran. Hal ini disepakati oleh seluruh ulama berdasarkan hadis yang termaktub diatas. Imam at Tirmidzi mengatakan, “Hadis ini menjadi dasar amalan menurut seluruh ulama. Mereka menganjurkan penyembelihan hewan aqiqah untuk bayi pada hari ketujuh kelahirannya.”

Al – ‘Allamah Ibnu Qayyim menjelaskan hikmah di balik pelaksanaan aqiqah pada hari ketujuh. Beliau berkata, ” Hikmahnya Wallahua’alam – seorang bayi ketika dilahirkan akan berada ada kondisi antara selamat atau tidak. Tidak diketahui apakah dia akan hidup atau mati. Hal ini terus berlangsung sampai batas waktu tertentu yang menunjukkan bahwa keadaannya selamat dan struktur tubuhnya terbangun sempurna serta layak hidup. batas waktu tersebut adalah satu minggu dari semenjak dilahirkan. Karena, satu minggu adalah masa edar hari, sebagaimana satu tahun yang merupakan masa edar bulan.”

(HARI TERBAIK UNTUK AQIQAH) Bagaimana Cara Menghitung Hari Ketujuh Aqiqah ?

Syaikh Utsaimin mengatakan,”Ritual penyembelihan hewan aqiqah disunnahkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh kelahiran. Apabila dilahirkan hari Sabtu, maka aqiqah dilaksanakan pada hari jumat. Yakni sehari sebelum hari kelahiran. Ini kaidahnya, Jika lahir kamis maka aqiqahnya rabu. Demikian seterusnya. Adapun Hikmah dibalik pelaksanaan pada hari ketujuh kelahiran, karena hari ketujuh merupakan penutup hari – hari dalam satu tahun. Apabila dilahirkan kamis, si bayi akan melewati hari kamis, jumat sabtu, ahad, senin, selasan , dan rabu. Dengan berlalunya seluruh nama hari dalam satu tahun, diharapkan bayi ini kelak panjag umur.” (Asy Syarhul Mumti 7/538-539)

Ref : DR Husamuddin Bin Musa Afanah “Ensiklopedi Aqiqah”

Baca Juga

Tanggung Jawab Aqiqah Oleh Siapa ? Ini 4 Pendapat Ulama
5 Manfaat Aqiqah Yang Mungkin Tidak Disadari
Hutang Aqiqah? Bolehkah? Ini Pendapat 5 Ulama
Sahabat As Shidiq, Inilah Rahasia Cerdas BJ Habibie
Aqiqah Anak Kembar, Bagaimana Aqiqahnya ?