Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Sahabat As Shidiq Aqiqah.

Jaminan Surga Bagi Istri Yang Taat Suami. Wanita hanya suka lupa kalau dirinya begitu beruntung, Mengapa begitu beruntung? Sebab jalan menuju surga-Nya ada di rumahnya sendiri. Berikut pemaparannya :

Jaminan Surga Bagi Istri Yang Taat Suami

Dahulu Pernah ada seorang wanita bernama Asma Binti Yazid, ia adalah seorang orator ulung, cerdas dan kritis di zaman Rasulullah. Dengan penuh keberanian dia bertanya kepada Rasulullah,

“Wahai Rasulullah, kaum perempuan duduk di dalam rumah tangga kamu (laki-laki), kami yang memasakkan makanan kamu, dan kami puaskan syahwat kamu. Kadang-kadang kalian pergi dari rumah, entah pergi musafir, naik haji atau berjihad. Kamilah yang menjaga rumah tangga kamu, kamilah yang memelihara harta benda kamu, dan kami yang mendidik anak-anak kamu. Lalu, dilebihkanlah kamu daripada kami. Kamu pergi shalat jumat, kamu pergi berjamaah, dan pergi jihad Fi Sabilillah. Lalu , apalagi bagian untuk kami, ya Rasul Allah?”

Setelah selesai perkataan perempuan tersebut, Rasulullah menoleh kepada sahabat-sahabat beliau yang duduk mengelilingi beliau kemudian berkata,

“Sudahkah kalian dengar pertanyaan perempuan ini? sudahkah kalian ketahui apa isinya?”

Lalu beliau menolehkan wajahnya yang mulia kepada Asma Binti Yazid, dan beliau berkata kepadanya, ” Kembalilah wahai Asma’ dan beritahukan kepada para wanita yang berada di belakangmu, bahwa perlakuan baik salah seorang di antara mereka kepada suaminya, upayanya untuk mendapat keridhaan suaminya, dan ketundukkannya untuk senantiasa mentaati suami, itu semua dapat mengimbangi seluruh amal yang kamu sebutkan yang dikerjakan oleh kaum laki-laki.”

Mendengar jawaban demikian, berseri-serilah wajah Asma Binti Yazid, lalu mengucapkan ,“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.” Dia pun meninggalkan majelis tersebut (HR Muslim)

Begitu mudah seorang wanita untuk memasuki surga Allah. Hanya dengan jaminan taat kepada suaminya. Ia tidak diwajibkan berjihad dimedan perang, shalat jamaah, atau shalat jum’at seperti kaum lelaki. Tentunya ketaatan disini yang berbau kepada kebaikan bukan pada kemaksiatan. Sebab tidak ada ketaatan untuk makhluk dalam hal maksiat.

Begitu pula ada hadits dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Ciri- Ciri Istri Shaleha

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Harta yang paling berharga adalah istri yang shaleha. Dan Ciri Istri yang shaleha adalah ketika di lihat mata ia menyenangkan hati suaminya. Saat disuruh ia patuh. Saat diberi rezeki ia bersyukur dan saat kurang dia tidak mengeluh kecuali pada Allah Ta’ala.

Mengapa istri yang shaleha adalah harta paling berharga? sebab dengan keshalehannya ia telah meringangkan beban suaminya tersebut dalam urusan dunia dan akhirat. Sebab, di akhir zaman kelak akan banyak suami yang binasa karena pengaruh istrinya. Dalam sebuah hadits, Kitab Ihya Ulumuddin Imam Al Ghazali Rasulullah pernah bersabda,

“Kelak akan datang suatu zaman, kebinasaan seorang lelaki karena pengaruh istrinya, kedua orangtuanya dan anak-anaknya. Mereka mencapnya sebagai orang miskin dan membebankan hal hal yang tidak sanggup dilakukannya, sehingga ia memasuki jalan-jalan yang melenyapkan agamanya akhirnya dia binasa”

Memang istiqomah dalam ketaatan bukanlah hal yang mudah. Adakalanya bunda harus berdarah-darah untuk melakukannya. Oleh karenanya hafal mati hadits ini bunda agar selalu termotivasi untuk dalam ketaatan.

“Wanita mana saja yang meninggal dunia lantas suaminya ridha padanya, maka ia akan masuk surga.” (HR. Tirmidzi no. 1161 dan Ibnu Majah no. 1854. Abu Isa Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Yang dimaksudkan dengan hadits di atas adalah jika seorang wanita beriman itu meninggal dunia lantas ia benar-benar memperhatikan kewajiban terhadap suaminya sampai suami tersebut ridha dengannya, maka ia dijamin masuk surga. Bisa juga makna hadits tersebut adalah adanya pengampunan dosa atau Allah meridhainya. (Lihat Nuzhatul Muttaqin karya Prof. Dr. Musthofa Al Bugho, hal. 149)

Demikian tulisan kami pada hari ini semoga bermanfaat !

Baca Juga

Bulan Muharram ? Inilah 4 Cara Menyambutnya
Keuangan Keluarga? Perhatikan 5 Hal Penting Ini
5 Cara Menyelamatkan Stock ASI Saat Mati Lampu

Referensi :

Imam Alghazali. 2016. Ringkasan Ihya Ulumuddin. Bandung : Sinar Baru Algensindo.

https://muslimah.ordotid/aqidah/juru-bicara-kaum-wanita.html

https://muslimah.ordotid/167-sang-juru-bicara-kaum-wanita.html

istri yang taat suami dijamin surga