Jangan Lupa Puasa Arafah Sahabat !- Sahabat as shidiq aqiqah jangan sampai lupa untuk puasa arafah  ya. Sebab puasa arafah itu pahalanya luar biasa. Sebelumnya sahabat sudah tahu belum Puasa arafah itu sendiri apa? dilansir dari rumaysho puasa arafah adalah  amalan yang disunnahkan bagi orang yang tidak berhaji. Jadi untuk sahabat yang tidak berhaji momen yang bagus nih untuk memperbanyak saleh dengan puasa arafah. Kebalikannya untuk yang berhaji disunnahkan untuk tidak berpuasa.  Adapun dalilnya sebagai berikut :

“Dari Ummul Fadhl binti Al Harits, bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagian mereka mengatakan, ‘Beliau berpuasa.’ Sebagian lainnya mengatakan, ‘Beliau tidak berpuasa.’ Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya.” (HR. Bukhari no. 1988 dan Muslim no. 1123).

Demikian jelas bunyi hadits diatas bahwa bagi mereka yang berhaji dianjurkan untuk tidak puasa arafah. Nah, untuk dalil dianjurkannya untuk puasa arafah adalah sebagai berikut :

Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

Ibnu Muflih dalam kitabnya yang berjul Al Furu’ -yang merupakan kitab Hanabilah- (3: 108) mengatakan bahwa, “Disunnahkan melaksanakan puasa pada 10 hari pertama Dzulhijjah, lebih-lebih lagi puasa pada hari kesembilan, yaitu hari Arafah. Demikian disepakati oleh para ulama.”

Hadits diatas jelas menerangkan pada kita untuk melakukan puasa arafah dan keutamaan puasa arafah itu sendiri bisa menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Dosa apa saja sih yang digugurkan karena puasa arafah?

Mengenai pengampunan dosa dari puasa Arafah, para ulama berbeda pendapat. Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah dosa kecil. Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Jika bukan dosa kecil yang diampuni, moga dosa besar yang diperingan. Jika tidak, moga ditinggikan derajat.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 51) Sedangkan jika melihat dari penjelasan Ibnu Taimiyah rahimahullah, bukan hanya dosa kecil yang diampuni, dosa besar bisa terampuni karena hadits di atas sifatnya umum. (Lihat Majmu’ Al Fatawa, 7: 498-500).

Nah itulah keutamaan dari puasa arafah. Oh ya mungkin diantara   sahabat as shidiq aqiqah ada yang bertanya-tanya, Apabila terjadi perbedaan waktu puasa maka puasa arafah ikut siapa ya penentuan tanggalnya? apakah arab saudi? atau indonesia?sebab pernah dijumpai kasus karena jadwal wukuf di Arafah dan 9 Dzulhijjah berbeda.

dilansir dari rumaysho, jika kita menemukan hal yang demikian, maka penglihatan hilal Indonesia menjadi rujukannya. Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika kalian melihat hilal, maka berpuasalah. Jika kalian melihatnya lagi, maka berhari rayalah. Jika hilal tertutup, maka genapkanlah (bulan Sya’ban menjadi 30 hari).” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 1906 dan Muslim no. 1080).

Hilal di negeri masing-masinglah yang jadi patokan, itulah maksud perintah hadits. Yang menguatkannya pula adalah riwayat dari Kuraib–, bahwa Ummu Fadhl bintu Al Harits pernah menyuruhnya untuk menemui Muawiyah di Syam, dalam rangka menyelesaikan suatu urusan.

Kuraib melanjutkan kisahnya, setibanya di Syam, saya selesaikan urusan yang dititipkan Ummu Fadhl. Ketika itu masuk tanggal 1 ramadhan dan saya masih di Syam. Saya melihat hilal malam jumat. Kemudian saya pulang ke Madinah. Setibanya di Madinah di akhir bulan, Ibnu Abbas bertanya kepadaku, “Kapan kalian melihat hilal?” tanya Ibnu Abbas. Kuraib menjawab, “Kami melihatnya malam Jumat.” “Kamu melihatnya sendiri?”, tanya Ibnu Abbas. “Ya, saya melihatnya dan penduduk yang ada di negeriku pun melihatnya. Mereka puasa dan Muawiyah pun puasa.” Jawab Kuraib.

Nah demikian keutamaan dari puasa arafah dan sikap kita ketika menyikapi perbedaan antara waktu waktu wukuf dan bulan dzulhijjah.