Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Sahabat As Shidiq Aqiqah.

Baru-baru ini kita dihebohkan dengan video viral seorang murid yang mentoyor gurunya. Tidak hanya mentoyor, baik  cacian ataupun ejekan juga keluar dari murid tersebut.

Berangkat dari kasus ini, Rasulullah sudah mengingatkan kita jauh-jauh hari bahaya marah. Dalam sebuah riwayat ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!”

[HR al-Bukhâri].

Dalam hadits lain,

“Janganlah engkau marah , niscaya bagimu surga’’ (HR Ibnu Abid Dunya)

Ya, Ketika seseorang gagal meredam amarahnya maka amarahnya tersebut akan membuka celah dosa-dosa lain. Berangkat dari marah, maka marahnya bisa  melahirkan dosa yang berkelanjutan yakni dosa mencaci maki, dosa mengejek, dosa berbuat aniaya, dosa permusuhan, , hingga dosa membunuh. Darisini kita bisa melihat bahwa dosa marah seperti pohon yang bercabang. Ia dapat menjadi dosa yang bercabang-cabang.

Mengatasi Marah

Dalam Kitab, Ihya Ulumuddin, Imam Al Ghazali, Rasulullah memberikan kita solusi cara untuk mengatasi marah. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya amarah itu adalah bara api yang menyala di dalam hati, tidakkah engkau melihat keningnya yang membengkak dan kedua matanya yang memerah. Apabila seseorang di antara kamu merasakan sesuatu darinya, jika dia dalam keadaan berdiri hendaklah duduk, dan jika ia dalam keadaan duduk hendaklah ia berbaring. Dan jika ia masih tetap dalam keadaan amarahnya, hendaklah ia berwudu dengan air yang sejuk, atau mandi , karena sesungguhnya api itu tidak dapat dipadamkan kecuali oleh air.”

Ketika kita marah hendaklah kita mengingatkan diri kita sendiri. Apa dampak kesudahannya jika kita marah. Selain itu, Dalam Hadits Riwayat Muslim, Hendaklah kita juga mengucapkan “ta’awudz: A’-uudzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang.

Demikian tulisan kami pada hari ini semoga bermanfaat !

Referensi :

https://almanhaj.ordotid/3518-jangan-marah-kamu-akan-masuk-surga.html

https://konsultasisyariahdotcom/18243-cara-mengendalikan-emosi-dalam-islam.html