Sahabat as shidiq aqiqah

memiliki sakit tidak kunjung sembuh ?

coba simak kisah nabi musa yang sakit gigi sebagai berikut. Dikisahkan dalam kitab kifayatul Awwam bahwa nabi musa pernah mengeluh sakit gigi. Nabi musa pun akhirnya mengadukan sakitnya giginya itu kepada Allah dan Allah menyuruh Nabi Musa untuk mengambil rumput fulani dan menaruhnya ditempat yang sakit. Dengan izin Allah sakit gigi nabi musa pun hilang. Namun, diluar dugaaan sakit gigi nabi musa kembali kumat. Ketika kembali diobati dengan rumput fulani sakit giginya bukan hilang malah semakin parah.

Allah berfirman kepada nabi musa, “Wahai musa, Akulah yang menyembuhkan dan mengobati. Akulah yang mendatangkan manfaat dan mudharat, engkau bermaksud kepadaKu ketika yang pertama. Adapun yang kedua engkau bermaksud kepada rumput bukan Aku.”

Hikmah dari kisah nabi musa diatas adalah ketika sakit   maka yang harus pertama kali dipikirkan adalah Allah dahulu baru obat. Khawatir sakit yang menimpa kita karena kita sedang memiliki salah dengan Allah atau makhlukNya. Misal kita tidak menuaikan apa yang menjadi hak Allah kepada hambaNya yakni mendirikan shalat fardhu dan tidak berbuat syirik kepadaNya.

Kedua, kita tidak amanah untuk merawat jasad dan jiwa yang dititipkan Allah pada kita. Rasulullah bersabda,” anggota tubuh itu memiliki haknya masing-masing.”. Tubuh kita memiliki hak untuk mendapat makan dan minuman yang halal, bergizi, sehat, serta tidak paksa untuk bekerja berlebihan, begadang tanpa alasan yang jelas, ingatlah bahwa tubuh kita juga perlu untuk istirahat.

Ketiga, ada hamba Allah yang kita zalimi. Bisa saja sakit yang menimpa kita asalnya dari sumpah serapah saudara kita yang terzalimi. Sebab dalam sebuah hadits dijelaskan tidak ada penghalang antara doa orang yang terzalimi dengan Allah.

Oleh karena itu, sejatinya kesembuhan itu datangnya tidak dari obat semata melainkan juga dari Allah. Sebagai hamba Allah yang beriman, kita juga harus muhasabah, mencari tahu sebab Allah mendatangkan penyakit kepada kita. Intinya, ketika Allah mengirimkan sakit kepada kita jangan polos yah.. seolah Allah memberikan ketetapan pada diri kita tanpa maksud dan tujuan. Ingatlah, bahwa tidak ada ketetapan Allah yang terjadi untuk main-main.

Baca Juga

Keuangan Keluarga? Perhatikan 5 Hal Penting Ini
Persalinan Normal? Hindari 5 Hal Ini Bunda
5 Cara Menyelamatkan Stock ASI Saat Mati Lampu