Tidak Memisahkan Anak Dari Keluarganya – Ayah bunda sahabat as shidiq aqiqah, Abu Abdur Rahman Al Habli telah meriwayatkan bahwa Abu Ayyub dalam suatu pasukan, kemudian dipisahkanlah antara anak-anak dan ibu ibu mereka, sehingga ia melihat anak-anak dan ibu ibu mereka, sehingga ia melihat anak anak itu menangis. Abu Ayyub pun bertindak dengan segera dan mengembalikan anak-anak itu kepada ibunya masing masing. Lalu mengatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda ,” Barang siapa yang memisahkan antara seorang ibu dan anaknya, niscaya Allah akan memisahkan antara dia dan orang-orang yang dicintainya pada hari Kiamat nanti.” (HR Tirmidzi )

Menurut riwayat lain dari Abu Musa disebutkan ,” Rasulullah melaknat orang yang memisahkan antara seorang ibu dan anaknya dan antara seseorang dan saudaranya.” Bahkan Rasulullah melarang seseorang duduk ditengah tengah antara seorang ayah dan anaknya dalam suatu majelis. Dalam hal ini tidak diragukan lagi terkandung suatu etika yang penting lagi besar di antara etika etika yang dianjurkan dalam majelis yang di dalamnya terdapat anak anak dan orang orang dewasa. Bila seorang anak terpisahkan dari orangtuanya dalam suatu majelis tentu dia akan merasa malu dan terasing, membuat pikirannya tak menentu dengan perasaaan kesal menunggu nunggu saat majelis yang dihadirinya bubar, sehingga ia tidak dapat mengambil faidah apapun dari majelis pengajian yang diikutinya bersama orang dewasa. Rasulullah mengasihi perasaan anak dan perkembangan psikologisnya yang terganggu karena penderitaan tersebut di atas. Untuk itu beliau bersabda, “Janganlah seseorang yang dalam majelisnya duduk di antara seorang ayah dan anaknya.” (HR Thabrani )

Referensi : Jamaal Abdur Rahman | Tahapan Mendidik Anak Teladan Rasulullah

Tidak Memisahkan Anak Dari Keluarganya . Baca Juga :